Posted by : berlin Minggu, 26 Juni 2022


        Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya dalam menjadi Ketua Panwaslu pada Pemilihan Raya Mahasiswa tahun 2021. Kegiatan PEMIRA ini diadakan untuk  memilih Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi Telkom Surabaya TA 2021-2022. 

        Kegiatan PEMIRA diawali dengan sosialisasi yang dilaksanakan pada 23 Mei 2022, Sosialisasi ini dilakukan untuk mencari calon Presiden dan Wakil Presiden BEM. Kegiatan sosialisasi berisi pemberitahuan persyaratan dan berkas - berkas yang diperlukan untuk mendaftar sebagai calon Presiden BEM dan Wakil Presiden BEM. 

        Pada PEMIRA 2021 ITTelkom Surabaya terdapat 2 pasangan calon pres & wapres BEM. Setelah itu paslon tersebut ditetapkan pada 08 Juni 2021. Kampanye dilaksanakan pada 15 - 18 Juni 2021, dan penetapan dana kampanye dilaksanakan pada 09 - 11 Juni. Selain itu karena PEMIRA 2021 ini adalah PEMIRA Digital pertama di institut teknologi telkom Surabaya, maka dilaksanakanlah sebuah technical meeting untuk para Pemilih pada 12 Juni 2021. 

         Setelah Masa kampanye terakhir diadakan juga debat paslon pada satu hari setelah masa kampanye berakhir yaitu pada tanggal 19 Juni 2021. Debat paslon dilaksanakan secara hybird dimana paslon melaksanakan debat secara offline di ruang audiotorium gedung V ITTelkom Surabaya dan di tayangkan secara langsung via Zoom Meetings. Selanjutnya terdapat hari tenang untuk para peserta memikirkan kembali pilihannya sebelum melakukan pemungutan suara. 

        Pemungutan suara dilaksanakan pada 21 - 22 Juni 2021, Pemungutan dilaksanakan melalui website yang dibuat oleh tim E-Voting gabungan KPUM dan PANWASLU. 

        Side Note yang saya temui pada acara pemira ini adalah sistem e-voting tersebut kurang aman dan kurang menjunjung prinsip LUBERJURDIL (Langsung, Umum, Bebas, rahasia, Jujur, dan Adil) 

        Dimana kerahasiaan data masih sangat minim, karena kami sebenarnya mengetahui siapa mahasiswa yang memiliki NIM tersebut dan apa pilihannya. Walaupun pada saat penghitungan suara sebisa mungkin kami langsung hapus identitas dari pemilihnya. 

        Tetap saja, sebagai panwaslu saya merasa wajar jika ada keraguan dikalangan mahasiswa di sistem kami. Karena pada akhir acara tidak ada bukti bahwa file dengan identitas pemilih telah dihapus. Hal yang sangat mengganggu saya hingga saat ini adalah bahwa tim E-Voting mungkin saja bisa mengakses hal data pemilih ini. 

        Selain itu ada beberapa NIM mahasiswa yang tidak terdaftar di database sistem kami sehingga suara mereka tidak tercatat. Padahal mahasiswa tersebut adalah mahasiswa aktif di ITTelkom Surabaya. Masih banyak hal yang masih kurang dan perlu diperbaiki di PEMIRA tahun 2021 ini. 

        Sistem yang dipilih ini adalah hasil perdebatan panjang dengan memikirkan unsur kemudahan pemilih dan keamanan sistem. Kami sudah berusaha sebaik mungkin untuk melaksanakan pemira ini dan besar harapan kami agar kekurangan - kekurangan ini bisa menjadi evaluasi dan mendapat perhatian untuk pemira selanjutnya. 


Sekian , Terimakasih.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2022 Berliana - sama - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -